Selasa, 27 Maret 2012

ISROILIYAT DALAM AL-QUR'AN

  1. PENDAHULUAN
1. Masuknya Kisah Israiliyyat Dalam Penafsiran Al-Qur’an Sejak Abad Pertama, Telah Menjadi Pembicaraan Cendekiawan Islam.
2. Sikap Yang Kita Ambil Dalam Menghadapi Kisah Israiliyyat Tidaklah Menolak Secara APRIORI. Karena Tidak Sedikit Kisah Israiliyyat Yang Nilai Kesahihannya Meyakinkan.
B. PENGERTIAN ISRAILIYYAT :
 Menurut bahasa, kata “ISRAILIYYAT” adalah jama’ dari kata “ISRAILIYYAH”, isim yang di nisbahkan pada kata   “ ISRAIL”, bahasa IBRANI, artinya “HAMBA TUHAN”.
                 Menurut  istilah Ahli Tafsir dan Hadits : Kisah yang di  riwayatkan dari sumber Israily.
  Husein al- Dzahabiy :Kisah dan dongeng kuno yang menyusup ke dalam Tafsir dan Hadits, asal periwayatannya bersumber YAHUDI, NASRANI, atau yang lain.
Sebagian Ahli tafsir dan hadits memperluas pengertian Israiliyyat ini, sehingga mencakup cerita-cerita yang sengaja di selundupkan musuh-musuh Islam ke dalam Tafsir dan Hadits, cerita mana tidak di jumpai sama sekali dasarnya.
                Seperti kisah prosedur perkawinan Rosulullah dengan Zainab Binti Jahsy, bekas istri anak angkat beliau Zaid Ibn Haritsah.
  ●> Cerita ini dapat memberikan gambaran salah pada sifat Nabi yang MA’SHUM.
 Dr. Ahmad Khalil :kisah/riwayat dari Ahli Kitab, baik yang ada hubungannya dengan ajaran agama mereka maupun yang tidak.
.Amin Al-Khuly : kisah Israiliyyat merupakan perbauran dari berbagai agama dan kepercayaan yang merembes masuk ke Jazirah Arabia Islam, yang di bawa YAHUDI yang berkelana ke Babilonia dan  Mesir. Setelah kembali ke negeri asal, mereka bawa pula berbagai berita keagamaan yang di jumpai di negeri-negeri yang mereka singgahi.
                Kata Israiliyyat pada lahirnya menunjuk riwayat yang bersumber dari kalangan YAHUDI, namun dalam realita peristilahan Ahli Tafsir dan Hadits mencakup riwayat yang bersumber dari kalangan NASRANI.
Popularitas dan dominasi YAHUDI, disebabkan karena sebagian besar perawi kisah adalah Yahudi pemeluk Islam. Atau menonjolnya peranan mereka, disamping hubungan yang dekat dengan kaum muslimin sejak permulaan Islam.


C. MASUKNYA KISAH-KISAH ISRAILIYYAT DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBABNYA :
1.Masuknya Israiliyyat dalam penafsiran Al-Qur’an didahului masuknya pengetahuan Israiliyyat ke dalam lingkungan pengetahuan bangsa Arab .
                Ahli Kitab yahudi melakukan imigrasi ke jazirah Arabia karena  menghindaari tekanan dan siksaan TITUS panglima ROMAWI pada tahun 70 masehi.
  
2. Orang Arab jahiliyah banyak melakukan prjalanan:ktika musim panas ke Syam dan musim dingin ke Yaman. dua negara tersebut meruakan basis dari orang Yahudi.
    
3. Setelah datang Islam, hijrah Rasul ke Madinah; kontak dan komunikasi berlangsung. Di sekitar Madinah banyak berdiam kelompok YAHUDI, Misalnya:
- Bani QOINUQO’.
- Bani QUROIDLOH.
- Bani NADLIR.
                Dalam rangka mengkaji keagamaan yang diwarisi turun-temurun baik berasal dari kitab-kitab agama serta ulasannya maupun berasal dari pendeta, diadakan majlis pembahasan disebut MIDRAS    
4. Masuknya sejumlah ulama YAHUDI memeluk ISLAM, seperti :
- Abd Allah Ibn Salam
- Abd Allah Ibn Shuriya’
- Ka’b Al Ahbar
                mereka ini memiliki pengetahuan luas tentang agama YAHUDI, sehingga mempunyai posisi terpandang dikalangan kaum muslimin.
5. Masuknya kisah Israillyat dalam bidang Tafsir sudah terjadi sejak masa sahabat.
                Antara Al-Qur’an, Taurat, Injil ada beberapa persesuaian dalam mengemukakan beberapa persoalan. Al-Qur’an mengetengahkan secara singkat, sedang Taurat dan Injil cenderung mengupas secara terperinci. Sehingga kembali dan bertanya kepada Ahli Kitab adalah merupakan salah satu sumber PENAFSIRAN dikalangan sahabat, walau dalam bidang yang sederhana dan sempit.
                Para sahabat tidak menerima begitu saja apa yang diterangkan Ahli Kitab, melainkan diteliti dahulu kebenarannya semaksimal kemampuan mereka.
6. Diterjemahkannya kitab Taurat ke dalam bahasa Arab pada sekitar abad III H, yang menurut IBN NADIM dilakukan oleh AHMAD IBN SALAM, orang Yahudi. Kemudian orang Nasrani bernama TAMIM AL-DARIY yang telah Islam.
7. Peranan juru kisah yang mengambil masjid sebagai tempat menceritakan kisah-kisah itu kepada masyarakat. Hal ini belum terdapat pada masa Nabi, Abu Bakar maupun Umar.
                Ali Ibn Abi Thalib, cemas dan mengambil tindakan tegas dengan mengusir juru kisah di masjid Jami’ Basrah.
                Dr. Musthofa Al-Siba’iy menyatakan: tidak semua khalifah bertindak tegas seperti Ali, karena banyak diantara mereka maupun gubernur-gubernur dan aparatnya memberi angin baik terhadap juru kisah itu dengan membiarkan mereka  bebas menggunakan masjid untuk kepentingan dusta mereka.
8. Dr. Ahmad Khalil menyatakan bahwa penguasa Bani Umayyah-lah yang pertama mendorong terciptanya situasi seperti ini dengan harapan agar dengan mengasyiki kisah-kisah, masyarakat menjadi tidak interesan untuk memikirkan masalah khilafah (pemerintahan). Juru kisah ini sanggup menggusur pengaruh ulama karena mampu menguasai opini publik.
9.Meluasnya periwayatan Israiliyyat ini sempat merembes kedalam lingkungan Ilmu Kalam, seperti diceritakan pengarang kitab “Al-Farq Bain al-Firoq” bahwa kepercayaan orang SABA’IYAH yang mengatakan bahwa Ali Ibn Abi Thalib tidak terbunuh melainkan diangkat Tuhan ke langit, seperti kisah ISA. Inilah gagasan Abd Allah Ibn Saba’, seorang Yahudi yang menyusup kedalam SYI’AH.
   Dr. Ahmad Khalil menyatakan : Syi’ah merupakan jalan merembesnya pengaruh Israiliyyah. Seorang orientalist Jerman, Van Floten telah menulis buku tentang Syi’ah dan Israiliyyat ini.                                     




D. KITAB-KITAB TAFSIR YANG MEMUAT   KISAH-KISAH ISRAILIYYAT :
1.Tafsir “Jami’ al-Bayan Fi Tafsir al-Qur’an”, karya Ibn Jarir  al-Thabari.
Contoh : Keraguan Nabi Zakaria terhadap wahyu Allah ketika memperoleh kabar bahwa beliau akan dikarunia seorang anak laki-laki.
2.Tafsir “Tafsir al-Qur’an al-Adhim”, susunan Ibn Katsir :
 Contoh: Setelah selesai bercerita tentang Nabi Sulaiman a.s. yang sedang duduk bersama Jin dan Syaithan, kemudian datang angin untuk membawa mereka terbang menuju arah dan tempat yang dikehendaki, maka beliau berkomentar :
هو منكر غر يب جدّا ولعله من او هام عطأ بن السّائب على “ابن عبّا س والله اعلم
3.Tafsir “Lubab al-Ta’wil fi Ma’rifat al-Tanzil”, karya al-Khazin.
  Contoh : Riwayat pemindahan jenazah Nabi Yusuf dari sungai Nil di Mesir ke negeri Syam.  Ketika Nabi Musa dan orang-orang Israil keluar dari Mesir, mereka tersesat tak tahu arah. Lalu Musa bertemu perempuan tua yang menawarkan saran-saran agar tidak tersesat, dengan syarat ia minta dijamin kelak masuk sorga bersama-sama dan Musa menerima syarat tersebut, yang akhirnya terhindar dari tersesat tersebut.
                Wanita tersebut juga menyarankan agar Musa memindahkan Jenazah Yusuf, setelah diketahui bahwa kuburan itu berada disungai Nil, maka Musa memindahkannya ke SYAM.
4. Tafsir “Mahasin al-Ta’wil”, karangan Al-Qosimi.
                Contoh: Kisah Nabi Musa yang memberikan perintah kepada Bani LAWA agar membunuh orang Bani Israil yang menyembah patung lembu.
5. Tafsir “Ruh al-Ma’aniy”, karya al-Alusiy.
                Contoh: Kisah Dzul Qornain yang dianggap termasuk golongan malaikat.
6. Tafsir “Al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir al-Qur’an bi al-Ma’tsur”, karya al-Suyuthi.
                Contoh : Riwayat tentang fisik nabi Adam, al-Suyuthi mengambil riwayat berikut :
 “Ibn Asakir meriwayatkan dari Abd Allah Ibn Faros yang berkata : Kuburan Bani Adam berada di tanah merah antara Bait al- Muqaddas dan Masjid Ibrahim yang jarak antara keduanya 18 mil”
7. Tafsir “Tafsir al-Qur’an al-Hakim”. Karya Muhammad Rasyid Ridho.
                Contoh: Kisah Musa dan Fir’aun, yaitu Allah mendatangkan bencana kepada penduduk kota Mesir dan berlindungnya Fir’aun beserta keluarganya kepada Musa setiap kali turun bencana. Musa diminta memanjatkan do’a kepada Tuhannya untuk menghilangkan mala petaka. Fir’aun beriman lalu kafir lagi.
E. PEMBAGIAN CERITA ISRAILIYYAT:

F. SIKAP AHLI TAFSIR MENGHADAPI KISAH-KISAH ISRAILIYYAT :
1.Ibnu Katsir, mengklasifisir Israiliyyat kepada 3 bagian :
                1) Sesuai dengan Al-Qur’an
                   Dalam hal ini Al-Qur’an menjadi pegangan.
                2) Bertentangan dengan Al-Qur’an.
                                 Dalam hal ini riwayat Israiliyat harus disingkirkan
                3) Tidak sesuai dan tidak bertentangan dengan Al- Qur’an. Dalam hal ini boleh saja diriwayatkan sekedar bahan dalam menafsirkan sebagian kemujmalan dalam     nash al-Qur’an 
     2. Amin Al-Khuliy : Kalangan ahli tafsir telah berusaha menghindarkan ekses-ekses kisah Israiliyyat. Namun sedikit/jarang diantara mereka yang selamat dari pengaruh tersebut.

]
G. BEBERAPA AKIBAT NEGATIF DARI KISAH ISRAILIYYAT DALAM KITAB-KITAB TAFSIR :
                1. Merusak aqidah umat Islam.
                   Contoh:
                                - Kisah Nabi Daud dengan istri salah seorang panglimanya (Uria).
                                - Kisah Nabi Muhammad dengan Zainab binti Jahsy.

2. Memberikan gambaran seakan-akan Islam itu agama khurafat, takhayul yang menyesatkan.  
       Contoh :
- Arti “RO’DUN”.  Orang yahudi bertanya kepada Nabi tentang  “Guruh”.    Jawab Nabi : “Guruh adalah malaikat penjaga awan dan pengendalinya. Suara guruh adalah bentakan malaikat”.
 3. Dapat menghilangkan rasa kepercayaan terhadap sebagian ulama salaf, baik sahabat atau tabi’in.
4. Menyita atau memalingkan perhatian manusia dari mendalami maksud diturunkannya al-Qur’an .
5. Menimbulkan adanya sikap apriori terhadap hampir semua kitab tafsir di kalangan peminat ilmu tafsir.
H. BEBERAPA CONTOH DAN DAMPAKNYA
1. Ibn Jarir al-Thabari ketika menafsirkan surat Shad, 38:34
وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَى كُرْسِيِّهِ جَسَداً ثُمَّ أَنَابَ
       “Dan sungguh kami telah menguji Sulaiman dan kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai       tubuh (yang lemah karena sakit) kemudian ia bertaubat”
Beliau membawakan riwayat Ibn Saddiy berikut :
1). Istri Nabi Sulaiman 100 orang , “JARADAH”     istri tersayang dan terpercaya. Jika Sulaiman kebelakang  atau bersetubuh “cincinnya” di titipkan pada Jaradah.
2). Suatu hari Jaradah mengadu karena saudaranya bertengkar, Sulaiman siap mendamaikan. Tapi ia       lalai , hingga mendapat musibah.
3).  Ketika cincin Sulaiman di bawa JARADAH, datang syaitan menyerupakan diri                sebagai Sulaiman dan meminta cincin. Setelah diserahkan, syaitan menduduki singgasana.
4). Selama 40 hari Sulaiman mencari cincin tersebut, di saat itu pula syaitan mengganti kedudukannya    dengan sewenang-wenang. Rakyat protes.
5). Mendengar protes itu, para istri Sulaiman menangis. Sementara para ulama mengelilingi kerajaan sambil membawa TAURAT. Lalu syaitan terbang sampai lautan dan cincin di jatuhkan, lalu di telan ikan.
6). Dalam pencarian, Sulaiman sampai ke tepi laut bertemu nelayan, Sulaiman lapar dan minta makan tapi beliau di pukul hinga luka,  lalu Sulaiman membasuh darahnya dengan air laut.
7). Nelayan menyesal, Sulaiman di beri dua ekor ikan. Setelah di belah, cincin di temukan; saat   itulah Allah mengembalikan kekuatan Sulaiman dan sifat-sifat serta kemampuannya.
               
8). Kemampuan kembali semula, lalu datanglah                 seekor burung mengitari Sulaiman.Dan setelah                 cincin dapat di kuasai Sulaiman kembali, Syaitan tunduk dan tidak punya kekuasaan lagi.
Dampak Negatif Kisah Tersebut :
                  a. Kerasulan dan kekuasaan Nabi Sulaiman hanya tergantung pada cincinnya.
                  b. Nabi Sulaiman tidak mampu menolak tipu daya syaitan.
                 c. Seolah-olah Nabi Sulaiman menjadi hina akibat ulah syaitan.
2. Al-Sayuthi, ketika menafsirkan ayat 36 Al-Baqarah:
فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ
“Lalu keduanya di gelincirkan oleh syaitan dari sorga itu dan keduanya di keluarkan dari keadaan semula”
Beliau mengambil kisah Israiliyyat berikut.
1). Buah pertama di makan Adam adalah “KUMTSARA” yang seketika itu beliau                 ingin buang air besar, tapi tak tahu caranya.
2). Jibril  turun  memberi  petunjuk,  caranya :  “dengan duduk,  keluarlah  kotoran itu”. Setelah Adam merasakan baunya, ia menangis  70 tahun. Riwayat Hasan al-Bashriy, Adam menangis 1000 tahun sambil menggigit jari dan menundukkan kepala.
3). Ketika Adam di turunkan ke bumi ia menangis terus menerus sehingga air matanya dapat di lalui oleh kepala dan air matanya tidak parnah kering sejak di turunkannya dari sorga sampai kembali ke sorga.



Dampak Negatif Kisah Tersebut:
a. Seakan Adam diturunkan ke dunia dalam keadaan sangat bodoh tanpa                                               bawa naluri.
                b. Betapa  besarnya  Adam, sehingga  air matanya dapat di lalui kapal.
c. Aneh   jika  seorang  rasul  sebagai kholifah  di bumi selalu sedih dan                                      menangis.
3. Dalam menafsirkan al-Shad, 38 ; 24 :
وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعاً وَأَنَابَ
  
“ Dan Daud mengetahui bahwa kami  mengujinya : maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu  menyungkur sujud dan bertaubat ”.
Ibn Jarir dan al-Khazin membawakan kisah Israiliyyah sebagai berikut :
 1). Suatu   sore  Daud  jalan-jalan  ke  atas  gedung  kerajaannya,   dari   tempat   ini beliau melihat  wanita cantik mandi Setelah di selidiki, wanita itu istri prajuritnya bernama “URIYA”. Daud memanggil wanita itu untuk bermain cinta,                 hingga hamil. Untuk menutup cela, Uria di kirim                ke medan perang, hingga ia terbunuh.
2). Setelah kejadian ini, Daud sujud 40 malam sambil mohon ampun kepada Allah. Dari tangisnya ini, air matanya dapat menumbuhkan rerumputan dan kepalanya di timbuni tanah.
Dampak Negatif Kisah tersebut:
a.  Merusak  akidah  umat Islam, isi bertentangan dengan al-Qur’an dan tidak sesuai kepribadian               Nabi.
b. Tidak  semestinya  Nabi  digambarkan sebagai  sosok  gila  perempuan,  pembunuh dan pemuas nafsu sexsual.
c.Tidak masuk akal cara taubat Daud dan dari air matanya dapat menumbuhkan rerumputan.





I.BEBERAPA SIKAP
 Simpati:
·         Mukotil Ibn Sulaiman
·         Al- tasa’labiy
·         Al-khozin

Antipati:
·         M. Rasyid Ridho beliau emosi, sehingga dikritik Huseinal-Dzahabiy sebab kenyataan beliau juga banyak mengambil dari taurat
Empati:
·         Awas dan waspada dapat membedakan mana yang sesuai al-Qur’an , cocok nash,rasional, sohih riwatnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar